Teknik pernapasan sangatlah penting di dunia fotografi, karna teknik pernafasan inilah yang membantu kita untuk mengurani getaran yang dihasilkan oleh tubuh. mula - mula pastikan kalian bernafas dengan irama normal sebelum memotret, jika
tidak maka cobalah untuk mengambil beberapa nafas yang dalam dan
keluarkan secara perlahan. Beberapa orang pada saat memotret memilih
untuk mengambil nafas kemudian menahannya baru menekan tombol shutter,
namun ada yang mengeluarkan nafas terlebih dahulu baru kemudian
mengambil gambar sebelum menghirup lagi kemudian. Menurut beberapa
pendapat, cara yang paling mujarab adalah dengan mengambil nafas
panjang, keluarkan setengah, menahannya, ambil gambar lalu kemudian
mengeluarkan sisa udara tersebut.
Teknik Pernapasan Fotografi
Sabtu, 20 April 2013
7 Teknik Memegang Kamera Yang Baik dan Benar
Jumat, 19 April 2013
Bergantinya
kamera SLR ke DSLR mempengaruhi peminat kamera dari semua kalangan,
karena teknologinya semakin canggih, penggunaanyanya yang serba otomatis
dan dapat digunakan oleh siapa saja bahkan oleh orang yang tidak pernah
memegang kamera sekali pun kini mereka layaknya profesional.
untuk
membedakan mana fotografer pemula dan fotografer profesional di jaman
sekarang ini memang agak sulit, karena selain kamera sekarang memiliki
aksesoris anti goyang seperti IS (Image Stabilizer) pada lensa Canon
juga diperlengakap dengan software yang mendukung untuk perbaikan hasil
foto agar terlihat bagus.
Walaupun
kamera sekarang memiliki fitur-fitur yang canggih namun itu semua
tidaklah cukup, karena yang paling utama dari semua itu adalah bagaimana
Sobat memegang kamera dengan benar agar tidak cepat lelah (karena bobot
kamera yang lumayan berat) juga hasil gambar akan lebih tajam. Jika
Sobat pemula, tidak ada salahnya mengikuti tips cara memegang kamera
yang baik dan benar. Pastikan strap (gantungan) kamera tergantung dileher, ini untuk meminimalisir jika kamera lepas agar tidak jatuh.
Air Putih Pengganti Obat Sakit Kepala
Selasa, 15 Januari 2013
Kepala terasa nyeri dan Anda tak bisa menemukan obat pereda rasa sakit? Segera cari air putih dan minumlah hingga rasa nyeri mereda. Ini merupakan 'obat' paling mudah dan murah untuk meredakan sakit kepala dan migrain.
Tim peneliti dari Universitas Maastricht, Belanda, menemukan, pasien sakit kepala yang minum tujuh gelas air putih setiap hari, nyerinya bisa berkurang. Peneliti, seperti dilansir dari Daily Mail, awalnya melihat kondisi pasien yang mengungkap kalau dengan minum banyak air putih, migrain mereka berkurang.
Kepala peneliti, Dr. Mark Spigt, dan timnya melibatkan 100 orang pasien yang mengalami sakit kepala secara terus menerus baik dalam tingkat parah maupun sedang. Mereka lalu menginstrusikan pada pasien untuk menekan risiko munculnya sakit kepala dengan mengurangi stres, meningkatkan kualitas tidur dan menghindari kafein.
Sebanyak 50 pasien juga diminta untuk minum air putih 1,5 liter setiap hari selama tiga bulan. Setelah tiga bulan, seluruh pasien lalu mengisi kuesioner Migraine-Specific Quality of Life, untuk mengetahui apa yang mereka rasakan setelah tiga bulan.
Hasilnya, seperti yang dipublikasi dalam Journal Family Practice, pasien yang diinstruksikan untuk mengonsumsi lebih banyak air putih, skor kuesionernya lebih tinggi. Ini berarti, minum air putih bisa membantu pasien sakit kepala menahun untuk meredakan rasa nyerinya.
"Kami memperkirakan, beberapa pasien sakit kepala memperoleh dampak positif dengan minum air putih. Tampak sangat beralasan merekomendasikan mereka untuk lebih banyak minum air putih selama beberapa waktu, untuk mengurangi munculnya sakit kepala," kata Dr. Spigt.
VIVAlife -
Tim peneliti dari Universitas Maastricht, Belanda, menemukan, pasien sakit kepala yang minum tujuh gelas air putih setiap hari, nyerinya bisa berkurang. Peneliti, seperti dilansir dari Daily Mail, awalnya melihat kondisi pasien yang mengungkap kalau dengan minum banyak air putih, migrain mereka berkurang.
Kepala peneliti, Dr. Mark Spigt, dan timnya melibatkan 100 orang pasien yang mengalami sakit kepala secara terus menerus baik dalam tingkat parah maupun sedang. Mereka lalu menginstrusikan pada pasien untuk menekan risiko munculnya sakit kepala dengan mengurangi stres, meningkatkan kualitas tidur dan menghindari kafein.
Sebanyak 50 pasien juga diminta untuk minum air putih 1,5 liter setiap hari selama tiga bulan. Setelah tiga bulan, seluruh pasien lalu mengisi kuesioner Migraine-Specific Quality of Life, untuk mengetahui apa yang mereka rasakan setelah tiga bulan.
Hasilnya, seperti yang dipublikasi dalam Journal Family Practice, pasien yang diinstruksikan untuk mengonsumsi lebih banyak air putih, skor kuesionernya lebih tinggi. Ini berarti, minum air putih bisa membantu pasien sakit kepala menahun untuk meredakan rasa nyerinya.
"Kami memperkirakan, beberapa pasien sakit kepala memperoleh dampak positif dengan minum air putih. Tampak sangat beralasan merekomendasikan mereka untuk lebih banyak minum air putih selama beberapa waktu, untuk mengurangi munculnya sakit kepala," kata Dr. Spigt.
VIVAlife -
Langganan:
Postingan (Atom)
